SALAM BAHARI SELAMAT DATANG DI BLOG LAKSANA SAMUDERA "BAHARU MINDA BAHARI" DIVISI DATA DAN INFORMASI YAYASAN LAKSANA SAMUDERA

Saturday, August 11, 2007

HIJRAH LAKSANA MUHAMMAD

Dalam kehidupan ini kita percaya bahwa tidak selamanya akan selalu baik-baik saja. Akan selalu ada masalah yang mungkin bisa menempatkan diri kita pada kondisi yang tidak menguntungkan. Kondisi yang kekurangan dan bertempat di tempat paling bawah. Ibarat roda pedati, hidup kadang di atas, kadang di bawah.

Nabi kita Muhammad SAW juga mengalami masa-masa sulit dalam perjuangannya sebelum akhirnya menperoleh kemenangan. Hasilnya bisa kita rasakan sekarang, Islam ada dan berkembang di seluruh dunia.

Salah satu tonggak sejarah perjuangan Muhammad adalah hijrahnya beliau dari Mekkah ke Madinah. Tekanan yang sangat besar dari kaum kafir menyebabkan beliau harus keluar dari tanah kelahirannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ya, mencari kehidupan yang lebih baik. Itulah makna dari hijrah, pindah, dari kehidupan yang kurang menguntungkan untuk mencari kehidupan yang lebih baik

Apakah hijrah hanya berarti pindah tempat? Tidak juga, hijrah juga bisa berarti pindah cara, berganti cara. Mungkin cara yang lama dilakukan sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang sehingga dibutuhkan cara yang baru dan jitu. Nabi sendiri mempraktekkan kedua-duanya, pindah tempat dan pindah cara.

Kemudian apa hubungannya dengan Laksana Samudera? Dalam perjalanannya sejak tahun 1998, kondisi Laksana Samudera tentu tidaklah stabil, melainkan berguncang selalu. Sesuai dengan namanya, seperti samudera luas yang tidak akan tenang dalam setahun. Musti ada kondisi goncangan, dan itu normal adanya. Goncangan-goncangan itu semestinya membuat Laksana semakin membesar, bukan membuatnya semakin mengerucut. Goncangan itu semestinya membuat Laksana semakin kuat bukan menjadi semakin lemah dan tidak diperhitungkan.

Apakah Laksana perlu hijrah supaya lebih kuat dan diperhitungkan. Kalau menurutku, Ya. Laksana perlu berhijrah, baik tempat maupun cara. Sebagaimana Muhammad melakukannya dulu. Kemana dan bagaimana hijrahnya? Laksana harus hijrah agar lebih dekat dengan tujuannya, mendekatkan diri pada misinya. Pesisir dan laut adalah misi Laksana Samudera, maka carilah tempat dimana Laksana selalu dekat dengan pesisir, laut dan masyarakatnya. Posisi sekarang sangat jauh dari pesisir dan laut dan itu berakibat interaksi masyarakat dengan Laksana menjadi terbatas. Jikalaupun Laksana yang ingin ke laut, maka dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ini membuat Laksana jadi menjadi terbatas ruang geraknya. Dengan dekatnya Laksana ke pesisir dan laut, akses masyarakat ke Laksana menjadi lebih mudah demikian juga sebaliknya. Biaya operasional bisa dipangkas. Sepanjang tahun Laksana bisa melayani masyarakat pesisir.

Kemudian cara apa yang perlu dirubah? Yang harus dirubah adalah dari pendekatan proyek menjadi pendekatan pengembangan masyarakat. Dengan dekatnya Laksana dengan pesisir, Laksana bisa membuat program pendampingan terus menerus pada komunitas yang ada di dekatnya. Laksana bisa membuat usaha simpan pinjam untuk nelayan dan membangkitkan industri kecil nelayan sehingga dapat menjadi basis ekonomi Laksana. Ini akan membantu Laksana keluar dari ketergantungan terhadap proyek maupun terhadap donor. Laksana bisa membuat sayap bisnis bersama-sama masyarakat.

Kemana harus hijrah? Tentu banyak pertimbangan untuk menentukan tempat tinggal kita yang baru. Saat ini yang cukup tepat untuk rumah Laksana Samudera adalah Batam. Batam dikeliling oleh komunitas pesisir yang masih sangat membutuhkan masuknya lembaga seperti Laksana. Batam sebagai ibukota propinsi Kepulauan Riau juga merupakan pusat politik tempat pengambilan kebijakan yang berpengaruh terhadap masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Disana tempat yang tepat bagi Laksana untuk melakukan advokasi kebijakan.
Batam, kota yang bagus dengan infrastruktur yang bagus. Sangat menunjang karena Laksana juga harus membuka jaringan dengan dunia luar. Harga sewa rumah yang masuk akal dan fasilitasi komunikasi dan internet yang gampang sangat memberi kemudahan. Akses Batam ke wilayah lain tempat sebelumnya Laksana bekerja juga sangat mudah. Dumai-Bengkalis-Karimun-Batam adalah garis lintasan ferry cepat yang tersedia setiap waktu. Tj Pinang-Senayang-Natuna juga sangat mudah dijangkau dari Batam.

Di Batam, dengan modal satu sepeda motor tua saja Laksana sudah bisa melaksanakan program. Cukup banyak komunitas hinterland yang bisa menjadi komunitas mitra Laksana. Di ibukota propinsi baru ini, kita bisa menjalin jaringan dengan LSM lokal yang ada disana. Kita bisa menjadi pionir dalam berjaringan lokal disana. Laksana bisa bentuk simpul Jaringan Pesisir dan Laut yang kuat, sebagaimana Jikalahari di daratan. Kekuatan kita cukup besar manakala Laksana berada dekat dengan konstituennya.

Tentu saja ada konsekuensi ketika kita memutuskan untuk hijrah. Termasuk bagaimana dengan Pekanbaru yang telah menjadi pangkal semua yang ada selama ini. Tentu ide ini masih sangat perlu pemikiran yang matang dan cerdas. Atau masih perlu berbagai kajian dan penyamaan persepsi semua pelaku di Laksana tentang ide ini. Sekali lagi ini masih sebatas ide yang masih sangat terbuka untuk diperdebatkan.


Salam Bahari.

No comments: