SALAM BAHARI SELAMAT DATANG DI BLOG LAKSANA SAMUDERA "BAHARU MINDA BAHARI" DIVISI DATA DAN INFORMASI YAYASAN LAKSANA SAMUDERA

Friday, August 3, 2007

Menikmati Udang Segar dari Bangsal Aceh

Dumai, 4 Agustus 2007

Bangsal Aceh adalah salah satu kelurahan di daerah pesisir Kota Dumai. Terletak di sebelah Desa Purnama, Bangsal Aceh adalah kelurahan yang juga terkena dampak pembangunan jalan utama yang kelak akan menghubungkan Kota Dumai dengan kab. Rokan Hilir. Setiap hari truk bermuatan pasir dan batu berlalu lalang.
Akan tetapi sayangnya menurut masyarakat seperti Pak Daham, batu dan pasir yang mereka bawa dionggokkan saja. Sehingga amat mengganggu masyarakat yang akan melalui jalan menuju Dumai dengan kendaraannya. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Dian, FF Konsultan Pemp Dumai menurutnya pembuatan jalan tersebut dilakukan di siang hari. Akibatnya menimbulkan debu yang beterbangan dan di musim hujan air akan menggenangi lobang-lobang jalanan. Nah, kalau seperti ini masyarakat akan komplein dan komplein mereka baru ditanggapi. Masyarakat sudah bosan dengan tingkah polah oknum PT. SGS dalam pembuatan jalan. PT SGS adalah salah satu PT yang berada di daerah Kecamatan Sungai Sembilan. Perusahaan ini bergerak di pabrik pengolahan sawit. Perusahaan ini mengemban kewajiban dari Masyarakat dan pemerintah kota dumai karena jalan yang telah dibangun pemda rusak sehingga mereka wajib merehabilitasinya. Hari-hari di tengah jalan yang hancur memang pemandangan yang tak asing. Bagaimana sih sebenarnya sikap pemerintah Dumai terhadap masalah ini?.
Sebagai daerah pesisir Daerah ini merupakan basis penghasil ikan dan Udang. Udang putih dan udang merah. Nah, apa bahasa ilmiahnya ?, udang ini sering mereka dapatkan. Ikan yang sering mereka peroleh yaitu jenis ikan Biang dengan rasa yang enak, parang-parang, layur, gonjeng. Untuk Ikan gonjeng sering mereka awetkan menjadi ikan asin. Nah kali ini salah seorang nelayan mengundang pemateri yang adalah anggota Laksana Samudera(penulis) untuk menginap di rumahnya. Ada kegiatan pelatihan pemberdayaan perempuan pesisir pada 1-2 Agustus 2007 di Bangsal Aceh yang diselenggarakan Konsultan Manajemen KM PEMP. Adapun materi yang disampaikan tentang manajemen, pemasaran dan penyusunan rencana tindak lanjut. Kebetulan sekali dan tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh penulis. Setelah asik membual. Akhirnya waktu menikmati udangpun tiba. Selain tersaji dalam bentuk sambal dan goreng. Tersedia juga dalam olahan sambal udang. Juga ada lalapan segar dari petani di Bangsal Aceh. Hemm, harum dan sedapnya. Jadi menagih kita untuk kembali menikmatinya.
Sayangnya hasil ikan dan udang hari-hari ini semakin berkurang. Memang perairan di kec. Sungai Sembilan memang mengalami tekanan dari berbagai sisi dari pesisirnya run off sedimen akibat logging, pencemaran dari limbah pabrik, dll. Juga penebangan bakau yang tak hentinya hingga kini semakin mengurangi daya dukung lingkungan. Artinya tempat hidup ikan dan udang ini telah terganggu. Bagi nelayan seperti pak Syahrum yang sehari hari mendayung sampan memasang pengerih di setiap subuh dan petang, kondisi ini amat menyulitkannya. Terutama dalam membiayai anak-anaknya yang lagi sekolah. Tapi ia masih bersyukur masih dapat hasil walaupun sedikit.

dree

No comments: