Dumai, 4 Agustus 2007
Bangsal Aceh adalah salah satu kelurahan di daerah pesisir Kota Dumai. Terletak di sebelah Desa Purnama, Bangsal Aceh adalah kelurahan yang juga terkena dampak pembangunan jalan utama yang kelak akan menghubungkan Kota Dumai dengan kab. Rokan Hilir. Setiap hari truk bermuatan pasir dan batu berlalu lalang.
Akan tetapi sayangnya menurut masyarakat seperti Pak Daham, batu dan pasir yang mereka bawa dionggokkan saja. Sehingga amat mengganggu masyarakat yang akan melalui jalan menuju Dumai dengan kendaraannya. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Dian, FF Konsultan Pemp Dumai menurutnya pembuatan jalan tersebut dilakukan di siang hari. Akibatnya menimbulkan debu yang beterbangan dan di musim hujan air akan menggenangi lobang-lobang jalanan. Nah, kalau seperti ini masyarakat akan komplein dan komplein mereka baru ditanggapi. Masyarakat sudah bosan dengan tingkah polah oknum PT. SGS dalam pembuatan jalan. PT SGS adalah salah satu PT yang berada di daerah Kecamatan Sungai Sembilan. Perusahaan ini bergerak di pabrik pengolahan sawit. Perusahaan ini mengemban kewajiban dari Masyarakat dan pemerintah kota dumai karena jalan yang telah dibangun pemda rusak sehingga mereka wajib merehabilitasinya. Hari-hari di tengah jalan yang hancur memang pemandangan yang tak asing. Bagaimana sih sebenarnya sikap pemerintah Dumai terhadap masalah ini?.
Sebagai daerah pesisir Daerah ini merupakan basis penghasil ikan dan Udang. Udang putih dan udang merah. Nah, apa bahasa ilmiahnya ?, udang ini sering mereka dapatkan. Ikan yang sering mereka peroleh yaitu jenis ikan Biang dengan rasa yang enak, parang-parang, layur, gonjeng. Untuk Ikan gonjeng sering mereka awetkan menjadi ikan asin. Nah kali ini salah seorang nelayan mengundang pemateri yang adalah anggota Laksana Samudera(penulis) untuk menginap di rumahnya. Ada kegiatan pelatihan pemberdayaan perempuan pesisir pada 1-2 Agustus 2007 di Bangsal Aceh yang diselenggarakan Konsultan Manajemen KM PEMP. Adapun materi yang disampaikan tentang manajemen, pemasaran dan penyusunan rencana tindak lanjut. Kebetulan sekali dan tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh penulis. Setelah asik membual. Akhirnya waktu menikmati udangpun tiba. Selain tersaji dalam bentuk sambal dan goreng. Tersedia juga dalam olahan sambal udang. Juga ada lalapan segar dari petani di Bangsal Aceh. Hemm, harum dan sedapnya. Jadi menagih kita untuk kembali menikmatinya.
Sayangnya hasil ikan dan udang hari-hari ini semakin berkurang. Memang perairan di kec. Sungai Sembilan memang mengalami tekanan dari berbagai sisi dari pesisirnya run off sedimen akibat logging, pencemaran dari limbah pabrik, dll. Juga penebangan bakau yang tak hentinya hingga kini semakin mengurangi daya dukung lingkungan. Artinya tempat hidup ikan dan udang ini telah terganggu. Bagi nelayan seperti pak Syahrum yang sehari hari mendayung sampan memasang pengerih di setiap subuh dan petang, kondisi ini amat menyulitkannya. Terutama dalam membiayai anak-anaknya yang lagi sekolah. Tapi ia masih bersyukur masih dapat hasil walaupun sedikit.
dree
Friday, August 3, 2007
Menikmati Udang Segar dari Bangsal Aceh
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
11:58 PM
0
Komentar
Kategori Kegiatan
Wednesday, July 25, 2007
Oleh-oleh PEMP Dumai
Dumai, 2 Juli 2007
Buah Naga dan Ikan Asin dari Ikan Remes
Program PEMP tahun 2007 di Kota Dumai tengah berjalan. Program ini dipimpin oleh Sri Kartaharja, SPi yang biasa dipanggil Karel. Menurut Karel program kali ini lumayan berat karena perbedaan pendapat antara konsep PEMP dan misi dinas yang dilimpahkan juga ke tim PEMP. Ketika berpegang dengan Pedoman Umum (Pedum), versus Dinas Perikanan dan Kelautan yang tak punya konsep tetapi memiliki misi maka akan sulit mencapai sasaran. Namun karel dan timnya tetap konsisten.
Sekarang memasuki penghujung bulan pertama dari 3 bulan waktu program yang direncanakan. Tak kurang semangat Armilus,SPi juga Dian Suherman, SPi, Field fasilitator PEMP Dumai juga membuat terobosan baru. Untuk mengumpulkan warga di 2 lokasi yaitu Kelurahan Bangsal Aceh dan Purnama di Kecamatan Sungai Sembilan, mereka mempunyai trik yaitu dengan membuat kerajinan bambu dan ikan asin dari ikan remes (tidak punya harga). Alhasil, keduanya mendapat simpati dari kaum ibu yang tiap hari rutin ke rumah inapan FF. Eit tunggu dulu sasarannya adalah kelompok nelayan laki-laki dan entrypointnya ibu-ibu . Merekalah yang akhirnya meneruskan membuat ikan asin ketika suaminya melaut.
Selain itu, produk unggulan yang baru muncul di Bangsal Aceh adalah Buah naga. Buah naga yang ditanam warga ini telah panen. Tak kurang dari 1/2 ha lahan telah panen. Buah naga yang ditanam ini berwarna merah dan manis. Namun, harganya relatif mahal yaitu 25 ribu rupiah. Akan tetapi, peminatnya cukup banyak terutama karena kantor kelurahan Bangsal Aceh terletak di sebelah kebun buah naga sehingga hampir setiap tamu yang datang membawa oleh-oleh buah naga. Menurut pemiliknya buah naga ini mudah ditanam dan amat sesuai di daerah mereka.
Sebenarnya terdapat perbedaan yang mencolok menurut Dian di kedua lokasi ini karena menurutnya di Purnama lebih maju dan alat tangkap nelayan yang lebih modern. Selain itu, rasa kekeluargaan sudah menipis dibandingkan dengan di Bangsal Aceh yang lebih erat kekeluargaannya. Namun, ia akan menerapkan strategi yang berbeda agar mereka mudah untuk mengumpul. Bravo! dree
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
9:37 PM
1 Komentar
Kategori Kegiatan
Talkshow Smart FM " Abrasi dan Mangrove di Sepanjang Pesisir Riau"
Pekanbaru, 16/06/2007 02:26
Radio Smart FM adakan Live Talkshow dengan LS 6 Juni 2007, bertema “abrasi dan mangrove di pesisir Riau” Acara jam 8 pagi itu diikuti o/ Laksana Samudera (andri dan karel) dari smart fm (Ilham dan Ade) sedangkan pembicara dari Bappeda dan DPR Komisi C (Hendro susanto)tidak hadir. -Abrasi pantai sepanjang pesisir riau ?. Kita batasi saja wilayah yang kami tanggulangi yaitu Dumai,Rohil,Bengkalis serta Inhil.
Teknis penanganan abrasi pantai... Kegiatan reboisasi yang hanya bersifat proyek terjadi di lapangan sehingga tidak adanya pemeliharaan.. Selat malaka merupakan tempat yang unik sehingga banyak pertimbangan dalam melakukan teknis di lapangan, 1.Masa tanam artinya kita harus dapat melihat musim 2.Masa pemeliharaan yaitu saat pasang dan surutnya -Sejauh mana mangrove menahan abrasi? Penyebab manusia dan alami Dampak menurunya tingkat keragaman dan fauna uang hidup di ekosistem tersebut Mpa yang berhubungan dan kegiatan mangrove, dll. dree
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
8:56 PM
1 Komentar
Kategori Kegiatan
Program Penyelamatan Terumbu Karang Batam 2007
Batam, 16/06/2007 02:05
Coremap II Batam 2007 "Turun Gunung"
Program lanjutan Coremap II starting point pada 27 Mei Lalu. Tim Coremap II Kota Batam yang berasal dari Laksana Samudera telah menuju ke sitenya di Pulau Batam,tepatnya di kel. Karas, P.Abang dan Galang Baru Kec. Galang.
Tim dimanageri oleh Ramses Firdaus, SPi,MSi,salah satu pendiri Laksana Samudera. Tim beranggotakan 5 orang dan mengemban tugas pemberdayaan masyarakat dengan tema "penyelamatan terumbu karang (terumbu karang sehat nelayan berseri".
Tugas tim lumayan berat, selain beban pekerjaan yang belum terselesaikan di program terdahulu juga tim dengan personel yang masih baru dan belum mengenal lokasi akan menjadi kendala di pelaksanaan program. Namun, itu semua ditepis jauh-jauh. Yang ada semangat untuk memberikan yang terbaik. Bravo!. dree
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
8:47 PM
0
Komentar
Kategori Kegiatan
KPPM Study Tour Ke Bali
Pekanbaru, 25 Juli 2007
KPPM- Usai raih penghargaan di tingkat kabupaten Bengkalis dan propinsi Riau di hari koperasi 17 Juli 2007 lalu, Koperasi Perikanan Pantai Madani kembali mendapat kesempatan untuk mengkuti studi banding ke Bali tanggal 26-30 Juli 2007 nanti.
Menurut Jupri Staf Dinas Koperasi Kab. Bengkalis kegiatan ini merupakan hadiah bagi koperasi-koperasi lain yang berhasil. Tidak hanya KPPM namun juga koperasi berprestasi lainnya yang ada di Riau. Sebelumnya koperasi-koperasi ini mendapat hadiah uang tunai dengan besaran 10-35 juta rupiah. Koperasi-koperasi ini di Bali nantinya akan mendapat pengalaman dari koperasi-koperasi yang telah maju baik dari segi manajemen dan keuangan terutama koperasi simpan pinjam.
KPPM sendiri menunjuk Ahmad Rusli, Ketua Koperasi dan Amiruddin bendahara KPPM untuk ikut dalam studi banding tersebut. Menurut Rusli penghargaan yang mereka terima tidak lepas dari peran serta dan binaan dari berbagai pihak. Lembaga sosial sebagai tempat berbagai pengetahuan dan keterampilan telah pula menjadi penyemangat kami dalam berkoperasi. Juga Amir mengatakan bahwa Koperasi ini pada awalnya hanya semangat yang melandasinya. Bermodalkan uang dari tengkulak akhirnya KPPM mencoba untuk mandiri. Seringkali koperasi dibentuk dan gagal di daerahnya. Nah, dengan ini banyak yang merasakan manfaat dari koperasi.
dree
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
3:41 AM
0
Komentar
Kategori Kegiatan
Koperasi Perikanan Pantai Madani
Pekanbaru, 16 Juli 2007
Sempena dengan hari Koperasi yang jatuh pada 17 Juli ini Propinsi Riau menganugerahkan penghargaan kepada Koperasi-Koperasi berprestasi yang ada di Riau, khususnya Koperasi Perikanan Pantai Madani (KPPM), Bengkalis-Riau. Acara tersebut diadakan di Hotel Dyan Graha Pekanbaru, 17 Juli 2007. Koperasi ini menduduki Koperasi terbaik peringkat I tingkat kabupaten Bengkalis. Penilaiannya antara lain Liquiditas, Solvabilitas, akuntabilitas, dan sebagainya.
Rencananya Gubernur Riau H. Rusli Zainal, SE, MSi langsung yang akan menyerahkan penghargaan tersebut. Dua orang utusan KPPM yaitu Amiruddin Bendahara Rusli Zahir wakil Sekretaris yang akan menerima penghargaan tersebut. Seyogyanya Ketua KPPM Rusli H Ismail sedang mengikuti penyerahan Hadiah dari Dinas Koperasi Pemerintah Kab.Bengkalis. Menurut pembina Koperasi Miswadi,SPi bahwa dana bantuan hadiah tersebut akan digunakan untuk modal usaha koperasi.
Kegiatan ini merupakan kerja keras Pengurus dan jajaran KPPM yang berlokasi di Parit III Kec. Bantan. Atas jerih payah ini sebenarnya mereka sedang mengadakan Kegiatan se-Kecamatan Bantan. Turut berpartisipasi juga koperasi, Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Konservasi serta Nelayan Teluk Pambang dari desa Teluk Pambang sampai ke Desa Sekodi. Kegiatan tersebut antara lain, Lomba Voli Putra dan Putri, Lomba Domino Putra Putri, Diskusi. Tujuan lomba itu menurut Ketua Pelaksana Rusli Zahir sebagai wujud silaturahim sesama anggota. Mengeratkan hubungan Koperasi dengan kelompok masyarakatnya. Mereka ingin koperasi ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat di Kecamatan Bantan khususnya.
Namun, kegiatan tersebut walaupun meriah dan amat antusias serta didukung oleh masyarakat, panitia juga belum mampu menutupi kekurangannya. Untuk itu, harapan mereka Petinggi di Propinsi Riau ini mampu memberikan sumbangsih setidaknya hadir dalam penyerahan hadiah pada saat penutupan nanti.
dilaporkan oleh : Dree
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
3:38 AM
2
Komentar
Kategori Kegiatan
