Dalam kehidupan ini kita percaya bahwa tidak selamanya akan selalu baik-baik saja. Akan selalu ada masalah yang mungkin bisa menempatkan diri kita pada kondisi yang tidak menguntungkan. Kondisi yang kekurangan dan bertempat di tempat paling bawah. Ibarat roda pedati, hidup kadang di atas, kadang di bawah.
Nabi kita Muhammad SAW juga mengalami masa-masa sulit dalam perjuangannya sebelum akhirnya menperoleh kemenangan. Hasilnya bisa kita rasakan sekarang, Islam ada dan berkembang di seluruh dunia.
Salah satu tonggak sejarah perjuangan Muhammad adalah hijrahnya beliau dari Mekkah ke Madinah. Tekanan yang sangat besar dari kaum kafir menyebabkan beliau harus keluar dari tanah kelahirannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ya, mencari kehidupan yang lebih baik. Itulah makna dari hijrah, pindah, dari kehidupan yang kurang menguntungkan untuk mencari kehidupan yang lebih baik
Apakah hijrah hanya berarti pindah tempat? Tidak juga, hijrah juga bisa berarti pindah cara, berganti cara. Mungkin cara yang lama dilakukan sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang sehingga dibutuhkan cara yang baru dan jitu. Nabi sendiri mempraktekkan kedua-duanya, pindah tempat dan pindah cara.
Kemudian apa hubungannya dengan Laksana Samudera? Dalam perjalanannya sejak tahun 1998, kondisi Laksana Samudera tentu tidaklah stabil, melainkan berguncang selalu. Sesuai dengan namanya, seperti samudera luas yang tidak akan tenang dalam setahun. Musti ada kondisi goncangan, dan itu normal adanya. Goncangan-goncangan itu semestinya membuat Laksana semakin membesar, bukan membuatnya semakin mengerucut. Goncangan itu semestinya membuat Laksana semakin kuat bukan menjadi semakin lemah dan tidak diperhitungkan.
Apakah Laksana perlu hijrah supaya lebih kuat dan diperhitungkan. Kalau menurutku, Ya. Laksana perlu berhijrah, baik tempat maupun cara. Sebagaimana Muhammad melakukannya dulu. Kemana dan bagaimana hijrahnya? Laksana harus hijrah agar lebih dekat dengan tujuannya, mendekatkan diri pada misinya. Pesisir dan laut adalah misi Laksana Samudera, maka carilah tempat dimana Laksana selalu dekat dengan pesisir, laut dan masyarakatnya. Posisi sekarang sangat jauh dari pesisir dan laut dan itu berakibat interaksi masyarakat dengan Laksana menjadi terbatas. Jikalaupun Laksana yang ingin ke laut, maka dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ini membuat Laksana jadi menjadi terbatas ruang geraknya. Dengan dekatnya Laksana ke pesisir dan laut, akses masyarakat ke Laksana menjadi lebih mudah demikian juga sebaliknya. Biaya operasional bisa dipangkas. Sepanjang tahun Laksana bisa melayani masyarakat pesisir.
Kemudian cara apa yang perlu dirubah? Yang harus dirubah adalah dari pendekatan proyek menjadi pendekatan pengembangan masyarakat. Dengan dekatnya Laksana dengan pesisir, Laksana bisa membuat program pendampingan terus menerus pada komunitas yang ada di dekatnya. Laksana bisa membuat usaha simpan pinjam untuk nelayan dan membangkitkan industri kecil nelayan sehingga dapat menjadi basis ekonomi Laksana. Ini akan membantu Laksana keluar dari ketergantungan terhadap proyek maupun terhadap donor. Laksana bisa membuat sayap bisnis bersama-sama masyarakat.
Kemana harus hijrah? Tentu banyak pertimbangan untuk menentukan tempat tinggal kita yang baru. Saat ini yang cukup tepat untuk rumah Laksana Samudera adalah Batam. Batam dikeliling oleh komunitas pesisir yang masih sangat membutuhkan masuknya lembaga seperti Laksana. Batam sebagai ibukota propinsi Kepulauan Riau juga merupakan pusat politik tempat pengambilan kebijakan yang berpengaruh terhadap masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Disana tempat yang tepat bagi Laksana untuk melakukan advokasi kebijakan.
Batam, kota yang bagus dengan infrastruktur yang bagus. Sangat menunjang karena Laksana juga harus membuka jaringan dengan dunia luar. Harga sewa rumah yang masuk akal dan fasilitasi komunikasi dan internet yang gampang sangat memberi kemudahan. Akses Batam ke wilayah lain tempat sebelumnya Laksana bekerja juga sangat mudah. Dumai-Bengkalis-Karimun-Batam adalah garis lintasan ferry cepat yang tersedia setiap waktu. Tj Pinang-Senayang-Natuna juga sangat mudah dijangkau dari Batam.
Di Batam, dengan modal satu sepeda motor tua saja Laksana sudah bisa melaksanakan program. Cukup banyak komunitas hinterland yang bisa menjadi komunitas mitra Laksana. Di ibukota propinsi baru ini, kita bisa menjalin jaringan dengan LSM lokal yang ada disana. Kita bisa menjadi pionir dalam berjaringan lokal disana. Laksana bisa bentuk simpul Jaringan Pesisir dan Laut yang kuat, sebagaimana Jikalahari di daratan. Kekuatan kita cukup besar manakala Laksana berada dekat dengan konstituennya.
Tentu saja ada konsekuensi ketika kita memutuskan untuk hijrah. Termasuk bagaimana dengan Pekanbaru yang telah menjadi pangkal semua yang ada selama ini. Tentu ide ini masih sangat perlu pemikiran yang matang dan cerdas. Atau masih perlu berbagai kajian dan penyamaan persepsi semua pelaku di Laksana tentang ide ini. Sekali lagi ini masih sebatas ide yang masih sangat terbuka untuk diperdebatkan.
Salam Bahari.
Saturday, August 11, 2007
HIJRAH LAKSANA MUHAMMAD
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
6:28 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
Friday, July 27, 2007
Struktur Keanggotaan
no.01/Kpts/YLS/03/2006
tentang
Penentuan dan Pengangkatan Staf Yayasan Laksana Samudera periode 2006-2010
2. Nama : Romie Jhonnerie,SPi,MSc
3. Nama : Ramses Firdaus,SPi,MSi
4. Nama : M.Taufik Hidayat, SPi
5. Nama : fadil Nandila, SPi
Jabatan : Staff Ahli Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Photograpi
6. Nama : Jurianto M Nur, SPi
Jabatan : Staff Ahli Selam dan Pengamatan Terumbu Karang
7. Nama : Eko Prianto, SPi, MSi
Jabatan : Staff Ahli Estuaria dan Perairan Umum
8. Nama : Samsir SE
Jabatan : Staff Ahli Manajemen
1. Nama : Safrizal
Jabatan : Kepala Rumah Tangga
2. Nama : Robbyanto
Jabatan : Anggota Kesekretariatan
Jabatan : Kepala Divisi Pembaharuan Kebijakan
2. Nama : Ikhfa Rafii, SPi
Jabatan : Anggota Divisi Pembaharuan Kebijakan
3. Nama : Didik Suyatno, SPi
Jabatan : Kepala Divisi Pengorganisasian Masyarakat
4. Nama : Rijalul Fikri,SPi
Jabatan : Kepala Divisi Data dan Informasi
5. Nama : Zulfan Hadi,SE (Mengundurkan diri)
Jabatan : Kepala Divisi Pengembangan Usaha
6. Nama : Desi Rizal,AMd
Jabatan : Anggota Divisi Pengembangan Usaha
7. Nama : Suhandi,AMd
8. Nama : Sri Kartaharja, SPi
Jabatan : Kepala Divisi Pesisir dan Laut
9. Nama : Bustami
Jabatan : Anggota Divisi Pesisir dan Laut
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
7:10 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
Data Pengalaman
Data Pengalaman Laksana
- Penerbitan Buku Memecah Ombak Merengkuh Darat, Penyadaran Masyarakat Tentang Pelestarian Hutang Mangrove Di Bengkalis, Riau, 1998
- Pembuatan Poster Kalender Terumbu Karang Riau Masa Depan Generasi, Penyadaran Masyarakat Tentang Kelestarian Terumbu Karang Di Riau, 1998
- Pembuatan Poster Kalender Laut Bukan Tong Sampah, Penyadaran Masyarakat Tentang Kelestarian Laut, Kerjasama Dengan Dirjen Perikanan 1999
- Pembuatan Leaflet Tentang Peranan Hutan Bakau Bagi Perikanan, Penyadaran Masyarakat Tentang Peranan Hutan Mangrove, Kerjasama Dengan Dirjen Perikanan 1999.
- Pembuatan Brosur Takkan Terubu Hilang Dibumi, Penyadaran Masyarakat Tentang Terancam Punahnya Ikan Terubuk Dari Perairan Bengkalis,
- Penyadaran Masyarakat Tentang Kelestarian Laut, Kerjasama Dengan Dirjen Perikanan 1999
- Melaksanakan Voter Education Untuk Perempuan, Masyarakat Adat Dan Pemilih Pemula Di Kabupaten Kampar Dan Bengkalis Kerjasama Dengan LP3ES, Juni 1999.
- Pameran Photo Lingkungan Perairan Dengan Judul AIRRIAU Pada Tiga Kominitas (Sungai, Mangrove Dan Terumbu Karang), Juli 2000
- Melaksanakan Diskusi Jaring Net II Tentang Usulan Peraturan Daerah Tentang Pengelolaan Sumberdaya Laut Berabasis Masyarakat Di Bengkalis (Upaya Masyarakat Tempatan Untuk Mempertahankan Populasi Ikan Kurau) Didesa Pambang Kecamatan Bantan Air, Bengkalis, Juli 1999.
- Memfasilitasi Masyarakat Kecamatan Bantan , Bengkais Dalam Membuat Kesepakatan Tentang Pengelolaan Kawasan Perairan Tersebut Dan Sampai Sekarang Berusaha Untuk Menjadikan Peraturan Tersebut Menjadi PERDA, Juli 1999.
- Mendampingi Masyarakat Desa Pambang Kecamatan Bantan, Bengkalis Dalam Komplik Masyarakat Setempat Dengan Nelayan Jaring Kurau Yang Merugikan Masyarakat, Mulai Juni 1999.
- Mengadakan Diskusi Berantai Tentang Strategi Penyadaran Masyarakat Terhadap Pengelolaan Terumbu Karang Di Propinsi Riau Diadakan Di Empat Lokasi ( Kecamatan Senayang Kepulauan Riau 2 Kali), Tanjungpinang Dan Pekanbaru, Kerjasama Dengan COREMAP-BAPPEDAL, Agustus - September 1999.
- Mengadakan Kerjasama Diskusi Lanjutan Pendekatan Partisipatif Dan Musyawarah Terhadap Pengelolaan Potensi Perikanan Laut Di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis (Hukum Adat Menjadi Peraturan Daerah Demi Kelangsungan Hidup Populasi Ikan Kurau (Kekayaan Lokal Kecamatan Bantan), Kerjasama Dengan Pemda TK. II Bengkalis, 20 September 1999.
- Pelaksanaan Community Base Management Dalam Pengelolaan Terumbu Karang Di Kepulauan Riau, Proyek Rehabilitasi Dan Pengelolaan Terumbu Karang (COREMAP), September 1999 – Oktober 2001
- Survey Awal Masyarakat Adat Wilayah Pesisir Dan Sosialisasi Hasil Kongres Masyarakat Adat Nusantara Di Kecamatan Bengkalis Dan Kepulauan Riau, Oktober 1999.
- Diskusi Dan Musyawarah Masyarakat Nelayan Kecamatan Bantan Dalam Persiapan Pembentukan Organisasi Nelayan Dan Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Teluk Pambang, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, 22 Oktober 1999.
- Mengadakan Musyawarah Kampung Untuk Menggugah Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Menjaga Dan Mengawasi Sumber Daya Alam Dari Berbagai Sumber Ancaman Kerusakan Lingkungan Di Bukit Batu.
- Pelaksanaan Community Base Fisheries Management, Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai Dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Riau, Bengkalis Januari - Maret 2000.
- Pelaksanaan Pendampingan Dalam Rangka Community Development, Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai Dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Riau, Bengkalis September 2000 - Maret 2001
- Pelaksanaan Program Komunikasi Dan Media Relation Dalam Rangka Intensifikasi Kempanye Pengelolaan Terumbu Karang Sekarang Program Rehabilitasi Dan Pengelolaan Terumbu Karang (COREMAP) Di Kepulauan Riau Kerjasama Dengan Jonhs Hopkins University - Center For Communication Program, Maret - September 2001.
- Pelaksanaan Community Develoment. Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai Dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Bengkalis, Agustus - Desember 2000.
- Rapid Rural Apraisal (RRA) Desa Pesisir Bengkalis, Kerjasama Dengan Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai Dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Oktober 2001.
- (Seleksi Lokasi Dan Identifikasi Kebutuhan Dalam Perencanaan Pengelolaan Daerah Pesisir Dan Laut Di Kabupaten Karimun. Kerjasama Dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Karimun, November 2001.
- Perpanjangan Kegiatan Community Based Management Dalam Pengelolaan Terumbu Karang Di Kepulauan Riau, Proyek Rehabilitasi Dan Pengelolaan Terumbu Karang ( COREMAP ) Juli - Oktober 2002.
- Konsultasi Publik Rancangan Undang-Udang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil, Kerjasama Dengan Jaring Pesisir Laut (JAPELA), Pekanbaru 8 – 9 Agustus 2002.
- Kajian Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Landcape Mangrove Kota Dumai. Kerjasama Bapeko Dumai, 2003.
- Program Pendampingan dalam Rangka Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, Kerjasama dengan Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Riau, Dirjen Perikanan Tangkap, Depertemen Kelautan dan Perikanan RI 2003-2004.
- Program Pendampingan dalam Rangka Penataan dan Penyempurnaan Fish Sanctuary, Kerjasama dengan Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Riau, Dirjen Perikanan Tangkap, Depertemen Kelautan dan Perikanan RI 2003-2004.
- Program Pendampingan dalam Rangka Pengembangan Kelompok Usaha Bersama, Kerjasama dengan Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Riau, Dirjen Perikanan Tangkap, Depertemen Kelautan dan Perikanan RI 2003-2004.
- Program Pendampingan dalam Rangka Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif, Kerjasama dengan Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Riau, Dirjen Perikanan Tangkap, Depertemen Kelautan dan Perikanan RI 2003-2004.
Program Layanan Business Development Service, Kerjasama dengan Depertemen Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, 2003-2006. - Penyelenggara Workshop Community Base Coastal Resources Management, Kerjasama JARING PELA-Indonesia, ICSF- India, CBCRM Resources Center Philippines, 2004.
- Penyusunan Profile Lokasi Coremap II, Kerjasama dengan Proyek Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang Tahap II, Kota Batam. Juli - September 2004.
- Penyiapan Kelembagaan Pengelola Terumbu Karang Berbasis Masyarakat, Kerjasama dengan Proyek Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang Tahap II, Kota Batam. Juli - September 2004.
Konsultasi Publik CBM, Kerjasama dengan Proyek Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang Tahap II, Kota Batam dan Natuna. September – Desember 2004. - Pelatihan Selam Tingkat Dasar, Kerjasama dengan Proyek Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang Tahap II, Kota Batam dan Natuna. November 2004.
- Rekrutmen NGO dan Pelaksana Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Berbasis Masyarakat (CBM) Coremap II, Kota Batam. Juli - Desember 2005
- Workshop dalam Rangka Penyusunan Rencana Pengelolaan Terumbu Karang (1 A / Natinal and Regional Strategy Development), Kerjasama dengan Proyek Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang Tahap II, Kota Batam November 2005
- Workshop Rencana Pengelolaan Terumbu Karang (RPTK), Kerjasama dengan Proyek Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang Tahap II, Kota Batam. Oktober 2005
- Rehabilitasi Mangrove di Pulau Bengkalis, Propinsi Riau. Kerjasama Yayasan Akar Rumput Laut dan Mangrove Action Project (MAP) – Indonesia. September 2005 – September 2006.
- Pelaksana Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Berbasis Masyarakat Coremap II (Perpanjangan), Kota Batam. Juni - Desember 2006
- Pelaksanaan Kegiatan Festival Duta Karang Kabupaten Lingga Kerjasama dengan Unit Pelaksana Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang, Kabupaten Lingga Oktober-November 2006.
- Pelatihan Pembinaan Kelompok SISWASMAS Tingkat Kabupaten Lingga Kerjasama dengan Unit Pelaksana Rehabilitasi dan Pengolahan Terumbu Karang, Kabupaten Lingga. November 2006.
Laksana On Going
2007
Program CBM Coremap Kota Batam 2007 on going
Program PEMP 2007 Kota Dumai on going
Program Batam Artificial Reef 2007
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
6:35 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
Kegiatan Pemberdayaan
Pemberdayaan Masyarakat
1998-2002
Bengkalis
SNKB
Koperasi Pantai Madani
Kepulauan Riau
2001-2003
Bengkalis
SNKB (Serikat Nelayan Kecamatan Bantan)
Koperasi Perikanan Pantai Madani
Kepulauan Riau
CBM Coremap Senayang - Lingga
2003-2005
Bengkalis
SNKB "
Koperasi Pantai Madani"
Batam, Kepulauan Riau
CBM Coremap II Kota Batam (Kelurahan P. Abang)
2005-2008
Bengkalis
SNKB
Koperasi Pantai Madani
Batam, Kepulauan Riau
CBM Coremap II Kota Batam "
2008-2010
Bengkalis
Kepulauan Riau
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
6:26 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
Profil Laksana Samudera
Laksana dalam kegiatannya bekerjasama dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun Luar Negeri. Kegiatan yang sering dilakukan sejak tahun 1998-2007 adalah Pemberdayaan masyarakat pesisir, penelitian tentang sda pesisir dan laut serta kegiatan even organiser.
Lokasi binaan, yaitu Parit III Kec. Bantan Kabupaten Bengkalis sejak tahun 1998-sekarang. Kelurahan Pulau Abang, Galang Baru dan Kelurahan Karas, Batam -Propinsi Kepri sejak tahun 2004. Kelurahan Purnama dan Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai sejak tahun 2003-sekarang.
Legalitas
- STTPKO
- NPWP
- Akta Notaris
- AD ART
- SOP (Standar Operasional Procedure)
- Renstra (Rencana Strategis)
- Rekening Bank
Arah Pengembangan Lembaga
Untuk mencapai visi dan misi Yayasan Laksana Samudera maka arah pengembangan Lembaga difokuskan pada enam strategi yaitu :
- memperkuat database pesisir dan laut
- menggugah kesadaran stakeholder dalam pengelolaan sumberdaya pesisir laut yang adil
- menggerakkan potensi lokal dalam pengelolaan berbasis masyarakat
- membangun dan memperkuat jaringan
- menggalang dana dan dukungan
- mendesakkan perubahan kebijakan pengelolaan sumberdaya alam pesisir dan laut ke arah pengelolaan yang adil
Sumber Dana
Dana untuk kelangsungan Laksana berasal dari :
- Iuran Anggota
- Sumbangan dan bantuan sponsor yang bersifat tidak mengikat baik dari dalam maupun luar negeri
- dana hibah dari badan-badan pendanaan
- Usaha nonprofit lain yang sah
Jaringan Kerja
Sejak berdirinya lembaga ini telah terbentuk hubungan kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga baik lokal, nasional, maupun internasional.
Tingkat Lokal
- Aliansi Tolak Tambang Pasir Laut (ATTAP)
- Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (JIKALAHARI)
- Asosiasi ORNOP Riau
- Anggota Tim Pembela Nelayan Tertindas untuk SNKB Kec. Bantan Kab. Bengkalis
Tingkat Nasional
- Jaringan Pesisir dan Laut (PELA)
- Jaringan Kerja Sertifikasi Kelautan (JKSK)
- Jaringan Community Base Coastal Resource Management (CBCRM) Nasional.
Internasional
- Jaringan Community Base Coastal Resource Management Coremap ICSF - India, CBCRM Resource Center Philippines , 2004
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
6:04 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
Wednesday, July 25, 2007
Baharu Minda Bahari and Laksana Samudera (Profile in English version)
Our mission is "BAHARU MINDA BAHARI" means To re new all idea about sustainable coastal and marine resources management .
We carry out our mission by:
- Increasing capacity of coastal communities in assesing resources available in their area that could be used for improve their prosperity and to keep it available for longer term.
- Helping coastal community to claim their right in management of coastal and marine resources aorund their community
- Opening opportunity for the coastal communities to access information and knowledge, resource (and capital) and market.
Yayasan Laksana Samudera is working in Indonesia with the geographic focus in Riau Daratan and Riau Kepulauan.
We can be contacted or visited at
Jl. Gelatik No.4 Sukajadi
Pekanbaru-Riau
Phone: +62 761 7050792
e-mail: ger@info@yahoo.com or laksanasamudera@gmail.com
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
2:56 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
Baharu Minda Bahari dan Laksana Samudera
Yayasan Laksana Samudera mempunyai misi yaitu "Baharu minda bahari". Membaharukan pemikiran-pemikiran tentang pengelolaan pesisir dan laut yang berkelanjutan.
Misi Yayasan Laksana Samudera dilaksanakan dengan cara:
- Meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam memahami kondisi sumberdaya yang ada di wilayah pesisir di sekitarnya agar dapat dimanfaatkan sebagai sumberdaya yang dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat dan selalu tersedia (berkelanjutan).
- Membantu masyarakat pesisir menegaskan hak-hak mereka dalam pengelolaan sumberdaya pesisir yang ada di sekitar.
- Membuka kesempatan kepada masyarakat pesisir untuk memperoleh akses terhadap informasi dan pengetahuan, sumberdaya (termasuk permodalan) dan akses terhadap pasar.
Dimana Kami Bekerja?
Yayasan Laksana Samudera bekerja di Indonesia dengan wilayah konsentrasi kegiatan di wilayah Riau daratan dan Riau Kepulauan.
Kami dapat dihubungi atau dikunjungi di:
Jl. Gelatik No.4 Sukajadi
Pekanbaru-Riau
Telepon: 0761-7050792
e-mail: ger@info@yahoo.com atau laksanasamudera@gmail.com
Dikirim oleh
Yayasan Laksana Samudera
at
2:38 AM
0
Komentar
Kategori Profil Laksana
